Sentuhan Kepedulian Agrinas Palma Nusantara untuk UMKM Kopi di Pandeglang

Wahyu Kusnadi Harja, Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekaligus pemilik Kopi Puhu, yang bermitra dengan Warkop Mustafa 85.

Pandeglang, 4 November 2025 – Di sebuah sudut Pandeglang, di Jl. Ade Irma No.17, berdiri sebuah warung kopi sederhana yang menjadi ruang singgah banyak cerita: Warkop Mustafa 85. Dari senja hingga larut malam, aroma kopi yang diracik pelaku UMKM setempat menjadi penyambung hidup bagi Gatot Rahmat Hidayat, sang pemilik, dan juga bagi warga yang datang silih berganti. Di meja-meja kecilnya, diskusi hangat terjalin, ide lahir, dan ekonomi rakyat bergerak pelan namun pasti.

Namun, di balik secangkir kopi itu tersimpan mimpi yang lebih besar. Dan di situlah PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memilih untuk hadir, bukan sekadar melihat, melainkan menemani perjalanan untuk tumbuh bersama.

Lebih dari Sekadar Program TJSL

Bagi Agrinas Palma Nusantara, kepedulian terhadap usaha rakyat bukan jargon dan bukan seremonial belaka. Melalui Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) & Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan memandang UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi kerakyatan yang perlu dirawat agar bertumbuh berkelanjutan.

Maka, lahirlah Program Pengembangan UMKM Warkop Mustafa 85, program pendampingan usaha kecil di sektor kopi lokal Pandeglang.

“Selain lifestyle, Kopi juga menjadi sebuah tempat kolaborasi dan komunikasi, antara petani kopi, pabrik kopi (workshop) sampai ke pedagang,” kata General Manager TJSL & ESG PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mochammad Gatut Mukti Wirawan yang hadir mewakili SEVP Corporate Secretary & ESG, Okky Suryono, dalam seremonial pengembangan UMKM Warkop 85, Selasa (4/11).

Divisi TJSL dan ESG PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) antara lain General Manager TJSL dan ESG Mochammad Gatut Mukti Wirawan memberikan bantuan secara simbolis kepada Gatot Rahmat Hidayat, pemilik Warkop Mustafa 85. Hadir pula Manager Perencanaan, Pengukuran, Monitoring, dan Evaluasi, Amilia Fahma Kusumawardani, Manager Lingkungan dan ESG Indrajid Putra Bimantoro, serta staf Subdivisi Lingkungan dan ESG Anisah Zhafirah Siregar.

Pada kesempatan tersebut, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menyerahkan satu set mesin kopi kepada Warkop Mustafa 85. Hadir dari Divisi TJSL dan ESG PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Manager Perencanaan, Pengukuran, Monitoring, dan Evaluasi, Amilia Fahma Kusumawardani, Manager Lingkungan dan ESG Indrajid Putra Bimantoro, serta staf Subdivisi Lingkungan dan ESG Anisah Zhafirah Siregar.

Program ini sejalan dengan pilar TJSL perusahaan dan berkontribusi langsung terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu agenda global yang disepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua orang. Antara lain, SDGs 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan SDGs 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Karena pemberdayaan ekonomi rakyat tidak pernah bisa berjalan tanpa kemitraan yang hidup di tengah masyarakat.

Misi Kopi Lokal Pandeglang

Gatot Rahmat Hidayat, pemilik Warkop Mustafa 85, memulai usaha ini dari kecintaannya pada kopi lokal Pandeglang. Baginya, warkop bukan sekadar tempat menjual minuman, tetapi gerakan kecil untuk mengangkat derajat kopi daerah dan para petani. Tak sekadar pemilik warung kopi, Gatot adalah penggerak UMKM kopi di Pandeglang.

“Warkop Mustafa 85 ini bagian dari titik awal kami untuk mengajak masyarakat mencintai kopi lokal Pandeglang,” ujar Gatot. Langkahnya semakin berkembang: ia membuka cabang kedua di kawasan wisata Lembur Kula, ruang strategis untuk mengenalkan kopi lokal pada wisatawan dari berbagai daerah.

Di cabang tersebut, Gatot sering menggelar diskusi kopi dan open bar untuk memperkenalkan metode penyajian kopi lokal kepada pengunjung. Tidak berhenti di situ, ia telah mulai memasarkan kopi Pandeglang ke Serang, Cilegon, Bandung, dan Jakarta.

Harapannya sederhana, namun kuat. “Petani kopi bisa semakin sukses dan kopi lokal Pandeglang bisa dikenal lebih luas,” kata Gatot. Seusai mengunjung kedai kopi Warkop Mustafa 85, tim Agrinas Palma Nusantara juga menyempatkan diri mengunjungi tempat roasting kopi yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari warung kopi.

UMKM: Fondasi Ekonomi Bangsa

Bagi Agrinas Palma Nusantara, Warkop Mustafa 85 mungkin bukan pemain besar dalam industri kopi. Namun setiap UMKM membawa penghidupan keluarga, harapan komunitas, dan masa depan daerahnya. Ketika satu UMKM tumbuh, dampaknya merambat ke banyak pintu rezeki di sekitarnya.

Melalui langkah ini, Agrinas Palma Nusantara menegaskan bahwa kepedulian bukan program, melainkan budaya perusahaan: budaya untuk memberdayakan rakyat, satu UMKM, satu keluarga, satu senyum pada satu waktu. Karena ketika rakyat kecil bergerak maju, bangsa pun ikut melangkah. *

Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Chief Editor: Renaldi Zein, MSi
Penulis: Natalia Santi, Manager Komunikasi Eksternal
Peliput: Dede Kurniawan, Manager Komunikasi Internal, Devano Christian, Asisten Manager Komunikasi Internal