Kisah Pemadaman Api di Penyaguan, Sinergi Agrinas Palma Nusantara bersama Manggala Agni

Penyaguan, 11 November 2025 – Suatu pagi di awal November 2025, udara Desa Penyaguan terasa janggal. Angin bertiup kencang membawa bau hangus yang pekat. Di kejauhan, kabut asap menutupi langit Batang Gansal.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem itu, sekelompok petugas pemadam kebakaran gabungan melaju menuju sumber asap, sebuah area gambut yang terbakar di pelosok Indragiri Hulu, Riau.

Kepala Regional-1 Riau PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Bapak Djoko Andoko, S.E.,M.M dalam sebuah rapat di Kantor Regional-1 Riau.

Tim Gabungan Bergerak Cepat ke Lokasi Api

Pada pukul 08.55 WIB, tim Sustainability Agrinas Palma Nusantara dari Distrik 1 dan 2 telah tiba di lokasi, bergabung dengan Manggala Agni Daops Sumatera VII Rengat, personel TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api. Mereka datang dengan satu tujuan: memastikan api tidak merembet ke permukiman dan kebun masyarakat.

Api di Dalam Gambut: Musuh yang Tak Terlihat

Lahan seluas kurang lebih 17 hektare itu terbakar. Api merambat diam-diam di bawah permukaan gambut dengan kedalaman mencapai tujuh meter, jenis kebakaran yang paling sulit ditangani. Sesekali, lidah api muncul dari balik semak pakisan dan blok-blok sawit, menjulang setinggi setengah hingga satu meter.

“Yang paling berbahaya bukan yang kita lihat, tapi yang membara di bawah,” ujar salah satu anggota tim di lokasi.

Koordinasi di Garis Depan

Di garis depan, Marhen Silalahi dan Anhar Bayu, keduanya dari tim Sustainability, memimpin koordinasi awal bersama Edi Purnomo dan Andika Budi Wijaya. Mereka mengatur pola pemadaman, sekaligus mengawasi jangkauan selang, arah angin, dan rute aman bagi para petugas.

Personel dari kebun ikut memperkuat barisan: Iqbal, Wawan, dan Mardianto dari Kebun Kat 1; Riki dan Skandar Purba dari Kat 2; serta Intarno dan Robiansyah dari Kat 3. Turut mendukung dari tim ISPO dan Afdeling PAL: Kuswa Bayu, Risman, Abri Siregar, Alex, dan Jesaya, yang ikut turun memegang selang, menggali parit, hingga memutus jalaran api.

Mengejar Kepala Api di Tengah Terik dan Asap

Siang semakin terik. Keringat bercampur asap, membasahi baju pemadam yang mereka kenakan. Dari pusat komando lapangan, drone Manggala Agni diperbantukan untuk memetakan sebaran titik api.
Strategi diputuskan: tim akan memutus “kepala api”, pusat penyebaran api yang mendorong jari-jari api menjalar ke empat penjuru angin.

Petugas dengan nozel bergerak cepat dari timur ke arah utara dan selatan, menggunakan teknik mengejar, menyusuri tepi api lalu menyemprotkan air langsung ke sumber panas di bawah lapisan gambut.

Keringat, Lumpur, dan Kemenangan Kecil di Tengah Bara

Selang terasa semakin berat ketika harus ditarik melintasi tanah gambut yang lembek dan berair. Sumber air yang hanya berasal dari kanal, berjarak puluhan hingga ratusan meter dari titik api, membuat distribusi air menjadi tantangan tersendiri. Namun tak ada yang mengeluh. Setiap meter api yang berhasil diputuskan terasa seperti kemenangan kecil yang berarti besar.

Menjelang sore, hasil kerja mulai terlihat. Kepala api di sisi timur berhasil diputus sejauh sekitar lima ratus meter dari tepi terluar kebakaran. Sedikitnya satu hektare lahan berhasil dipadamkan secara efektif, memberikan titik harapan meski sisanya masih harus terus digempur hingga tuntas. Asap masih tebal, terutama di bagian tengah areal, tanda bara api masih bekerja dari bawah.

“Kalau lengah sebentar saja, angin bisa bawa api berputar arah,” kata seorang anggota Manggala Agni sambil memeriksa kembali jalur pembatas api yang telah dibasahi.

Senja di Atas Lahan yang Masih Membara

Senja turun, menyisakan siluet pohon sawit samar di balik asap. Tim menutup hari dengan evaluasi singkat. Mereka tahu pekerjaan belum selesai. Api di gambut tak padam begitu saja, ia menyala pelan, gigih, dan perlu pengawasan berlapis.

Walau tubuh lelah, baju penuh jelaga, dan sepatu berlumpur, semangat para petugas tak meredup. Mereka pulang dengan tekad yang sama: esok hari mereka akan kembali ke garis api.

Memastikan Bara Tak Menyala Lagi

Dan benar, pemadaman berlanjut keesokan harinya. Tim kembali menyusuri titik bara, memastikan tidak ada api yang kembali tumbuh, memadamkan sisa-sisa panas di bawah permukaan, dan memperkuat sekat basah agar area aman sepenuhnya.

Semangat yang Tak Pernah Padam

Di tengah gambut yang membara, semangat para petugas itu justru menyala. Dari lapangan itulah, komitmen Agrinas Palma Nusantara untuk menjaga lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata, diwujudkan melalui keberanian, ketangguhan, dan sinergi yang tidak mengenal menyerah. ***

Kontributor: Wirya Syahputra, Manager Sustainability Regional-1 Riau
Editor: Natalia Santi, Manager Komunikasi Eksternal
Chief Editor: Renaldi Zein, MSi, General Manager Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan