
Jakarta, 21 November 2025 – Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap 21 November selalu menjadi pengingat bahwa kelestarian lingkungan bukan sekadar ajakan moral, melainkan fondasi masa depan ekonomi dan energi dunia. Bagi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), peringatan ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali arah perusahaan yakni menghadirkan energi hijau berbasis kelapa sawit rakyat yang dikelola secara bertanggung jawab.
Menjaga Bumi Lewat Kebun Sawit Berkelanjutan
Sebagai BUMN yang lahir dari mandat strategis negara, Agrinas Palma Nusantara mengembangkan energi terbarukan dari komoditas sawit, sejalan dengan agenda transisi energi nasional. Salah satu fondasi penting dalam perjalanan ini adalah pengelolaan kebun sawit titipan Satuan Tugas Penataan Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Kebun-kebun ini bukan sekadar sumber produksi, melainkan ruang pemulihan ekologi yang dikelola secara terukur. Agrinas Palma Nusantara menerapkan standar keberlanjutan yang menekankan konservasi kawasan lindung, pemetaan vegetasi, pemulihan tanah, serta penegakan prinsip tanpa bakar (zero-burning).

“Sawit yang dikelola dengan benar justru menjadi bagian solusi iklim, bukan masalahnya,” menjadi komitmen yang terus digaungkan manajemen dalam setiap kebijakan pengelolaan lapangan.
Energi Hijau dari Kebun yang Bertanggung Jawab
Dari kebun sawit ini, Agrinas Palma Nusantara merancang rantai produksi energi hijau yang menekankan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan. Sawit bukan hanya menghasilkan minyak mentah, tetapi juga biomassa, limbah organik, dan kernel, yang semuanya berpotensi menjadi sumber energi terbarukan.
Upaya ini sejalan dengan target pemerintah memperbesar bauran energi hijau. Agrinas Palma Nusantara memposisikan diri sebagai motor penggerak, menghubungkan aspek ekonomi rakyat, hasil kebun sawit yang legal dan lestari, serta inovasi energi bersih.
Pohon sebagai Pijakan Pertumbuhan
Spirit Hari Pohon Sedunia terpantul dalam pendekatan Agrinas Palma Nusantara: menanam bukan hanya menambah jumlah pohon, tetapi memperkuat tata kelola lahan. Di area kebun, pemetaan pohon pelindung, restorasi riparian, dan penanaman kembali (replanting) dilakukan untuk menjaga ekosistem tetap sehat.
Pohon dipandang sebagai “mitra produksi,” bagian penting dari sistem ekologis yang memastikan keberlanjutan jangka panjang kebun sawit.
Dari Titipan Negara Menjadi Manfaat Rakyat
Pengelolaan kebun sawit titipan Satgas Penertiban Kawasan Hutan bukan hanya tugas teknis, melainkan bentuk pengembalian manfaat aset negara kepada masyarakat. Dengan menjaga produktivitas dan ekosistem, Agrinas Palma Nusantara memastikan bahwa nilai tambah dari lahan tersebut kembali kepada rakyat dalam bentuk pekerjaan, pendapatan daerah, dan kontribusi pada ketahanan energi nasional.
Selaras dengan semboyan korporasi, “Patriot, Loyal, dan Profesional”, semangat memakmurkan bangsa dan negara dengan pohon-pohon sawit yang menghasilkan energi hijau yang berkelanjutan.
Langkah Ke Depan
Di Hari Pohon Sedunia ini, Agrinas Palma Nusantara menegaskan arah besarnya: membangun industri sawit modern yang berkelanjutan, berorientasi pada energi hijau, dan berpihak pada kepentingan publik.
Ketika dunia makin menuntut sumber energi bersih, Indonesia memiliki peluang khas: ekosistem sawit yang dikelola dengan tata kelola kuat. Dan melalui Agrinas Palma Nusantara, negara memastikan bahwa pohon, terutama sawit, tetap menjadi bagian dari solusi masa depan, bukan tantangan. *
Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Chief Editor: Renaldi Zein, MSi, General Manager
Penulis: Natalia Santi, Manager Komunikasi Eksternal










