
Jakarta, 13 Januari 2026 – Keselamatan dan kesehatan kerja kerap dipersepsikan sebatas kepatuhan administratif. Namun, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) berupaya menggeser cara pandang itu. Melalui pelaksanaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, perusahaan menegaskan bahwa K3 adalah fondasi budaya kerja, bukan sekadar kewajiban regulatif.
Bulan K3 Nasional 2026 akan berlangsung pada 12 Januari–12 Februari 2026. Kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP.425/MEN/1990 yang menetapkan 12 Januari sebagai Hari K3 Nasional.

“Tantangan terbesar K3 bukan pada ketersediaan aturan, tetapi pada konsistensi perilaku di lapangan,” ujar General Manager Keamanan dan K3LH PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero), Brigjen TNI Purn. Syarifuddin Harahap. “Karena itu, Bulan K3 kami posisikan sebagai momentum membangun kesadaran kolektif, agar keselamatan menjadi refleks, bukan perintah.”
Menafsirkan Tema Nasional ke Praktik Nyata
Tahun 2026, Bulan K3 Nasional mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal dan Kolaboratif.” Agrinas Palma Nusantara menjabarkannya dengan tema “Menciptakan Lingkungan Kerja Sehat dan Nyaman untuk Budaya K3 dan Produktivitas.”

Tema tersebut menegaskan relasi langsung antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan kinerja organisasi. Bagi perusahaan dengan karakter operasional lintas sektor, mulai dari kantor pusat, perkebunan, hingga pabrik kelapa sawit, risiko kerja tidak bersifat seragam. Karena itu, pendekatan K3 pun harus kontekstual.
“K3 di kantor berbeda dengan K3 di kebun dan PKS. Tetapi prinsipnya sama: melindungi manusia dan memastikan proses kerja berjalan aman,” kata Bapak Syarifuddin Harahap. “Jika pekerja merasa aman, produktivitas akan mengikuti.”
Dari Sosialisasi ke Simulasi
Rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional dirancang secara komprehensif. Di level kebijakan, manajemen menetapkan dan mengesahkan komitmen K3 perusahaan. Di level operasional, kegiatan bergerak ke wilayah yang lebih praktis: simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), hingga kampanye penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai risiko pekerjaan.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjembatani jarak antara prosedur tertulis dan realitas lapangan. “Simulasi membuat pekerja tidak hanya tahu, tetapi juga siap mengimplementasikannya. Dalam kondisi darurat, tidak ada waktu untuk membaca SOP,” ujar GM Keamanan dan K3LH.
Menata Ruang, Menata Sikap
Selain aspek keselamatan fisik, Agrinas Palma Nusantara juga menekankan pentingnya lingkungan kerja yang tertata melalui kampanye budaya 5R – Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Budaya ini dinilai berkontribusi langsung terhadap pencegahan kecelakaan kerja.
“Banyak insiden berawal dari hal sederhana: area kerja berantakan, peralatan tidak tertata, atau kebiasaan menunda perawatan,” kata GM Keamanan dan K3LH. “5R bukan sekadar estetika, tetapi bagian dari sistem keselamatan.”

Investasi Keselamatan, Investasi Masa Depan
Untuk mendukung pelaksanaan Bulan K3 Nasional 2026, bagi perusahan bahwa biaya bukan menjadi beban, melainkan investasi. “Kecelakaan kerja selalu lebih mahal daripada pencegahan, Kesehatan dan Keselamatan adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan perusahaan dan martabat pekerja,” kata Bapak Syarifuddin Harahap.
Melalui Bulan K3 Nasional 2026, Agrinas Palma Nusantara ingin menegaskan satu pesan kunci: keselamatan dan kesehatan kerja bukan agenda musiman, melainkan nilai yang harus hidup dalam setiap denyut kerja sehari-hari. *
Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Chief Editor Renaldi Zein, MSi
Subdivisi Komunikasi Eksternal: Natalia Santi, Muhammad Revanza Refikasah
Subdivisi Komunikasi Internal: Dede Kurniawan, Devano Christian, Nabila Afianisa
Subdivisi Hubungan Kelembagaan: Laban Eben Ezer, Rio Prabowo, Dinda Syifa Firliani










