
Bengkayang, Kalimantan Barat, 10 Februari 2026 — Suasana hangat dan penuh haru terasa sejak pagi. Tenda-tenda pelayanan kesehatan berdiri rapi. Orang tua menggandeng anak-anak mereka dengan wajah tegang sekaligus bangga.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), melalui Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan ESG (Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola) menggelar bakti sosial sunatan massal gratis, pemeriksaan kesehatan, dan pasar rakyat bagi masyarakat sekitar wilayah operasional di Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa (10/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program sosial perusahaan yang menegaskan komitmen keberpihakan kepada masyarakat dan penguatan nilai kemanfaatan kehadiran BUMN di daerah.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Puluhan anak mengikuti sunatan massal dengan pendampingan tenaga medis. Orang tua peserta menyambut program ini sebagai bantuan nyata yang meringankan beban sekaligus memberi rasa aman secara kesehatan bagi anak-anak mereka.

Adapun Regional Head PT Agrinas Palma Nusantara Kalimantan Barat, Mayjen (Purn) TNI Supriono, S.IP., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Agrinas Palma Nusantara membawa mandat negara sekaligus tanggung jawab moral untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dalam merayakan ulang tahun pertama, kami membuka banyak program untuk rakyat. Hari ini kita laksanakan sunatan massal gratis. Ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya dalam sambutan peringatan HUT ke-1.
Hadir untuk Manfaat Nyata
Menurut Supriono, Agrinas Palma Nusantara dibentuk negara dengan tugas strategis mengelola sektor sawit sekaligus mendukung ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Namun mandat itu tidak berhenti pada aspek produksi dan aset semata.
Ia menekankan bahwa perusahaan harus hadir sebagai bagian dari solusi sosial.
Bagi Agrinas Palma Nusantara, kata dia, keberhasilan tidak hanya diukur dari tonase produksi atau luas lahan kelola, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan masyarakat sekitar.

Karena itu, dalam rangkaian HUT pertama, selain sunatan massal, perusahaan juga menggelar pengobatan gratis selama dua hari dan pasar murah dengan harga terjangkau bagi warga. Semua dirancang agar manfaatnya langsung dirasakan keluarga-keluarga di sekitar kebun dan wilayah operasional.
“Ini adalah wujud rasa syukur kami. Kita ingin berdiri bersama masyarakat dan bertekad memberi manfaat. Dengan memberi manfaat kepada masyarakat, perusahaan akan semakin kuat,” ujarnya.
Dari Konflik ke Kolaborasi
Dalam pidatonya, Supriono juga menggambarkan perubahan kondisi sosial di wilayah operasional yang kini semakin kondusif. Ia mengakui, pada masa lalu terdapat berbagai persoalan sosial dan ketegangan di lapangan. Namun pendekatan kolaboratif perlahan mengubah keadaan.
Perusahaan menggandeng tokoh masyarakat, tokoh adat, aparat desa, hingga unsur TNI dan kepolisian untuk membangun rasa memiliki bersama. Pendekatan kemitraan kerja diperluas, sehingga masyarakat tidak lagi berada di luar sistem, tetapi masuk sebagai bagian dari rantai kegiatan ekonomi.
Warga dilibatkan dalam pekerjaan perawatan kebun, panen, angkutan, hingga layanan pendukung lainnya. Perputaran dana pun terjadi di desa-desa sekitar. Pendapatan masyarakat meningkat dan aktivitas ekonomi lokal mulai bergerak.
Strategi kemitraan ini, menurutnya, bukan sekadar model bisnis, melainkan strategi pembangunan sosial.
“Kita bukan pemilik mutlak kebun ini. Kita pengelola untuk kepentingan negara. Hasilnya kembali ke rakyat dalam bentuk program pembangunan dan kesejahteraan,” kata Supriono.
Anak Sehat, Masa Depan Kuat
Sunatan massal dalam rangka HUT pertama ini menjadi penanda arah visi tersebut. Anak-anak dari keluarga sekitar mendapat layanan medis yang layak tanpa biaya. Orang tua merasa terbantu. Anak-anak merasa diperhatikan.
Bagi banyak keluarga, biaya khitan sering menjadi beban tersendiri. Melalui program ini, hambatan itu dihilangkan. Yang tersisa adalah rasa lega dan kebersamaan.
Sutikno,ayah dari Nofa Saputra, anak laki-laki berusia 10 tahun dua bulan, yang mengikuti sunatan massal pun mendoakan agar Agrinas Palma Nusantara akan terus lebih maju. “Untuk Agrinas Palma Nusantara, semoga ke depannya semakin bagus, semakin sukses, menyejahterakan karyawannya,” kata Sutikno usai sunatan putranya.

Momentum tersebut akhirnya menjadi ruang perjumpaan yang setara antara perusahaan dan masyarakat. Tidak ada sekat. Tidak ada jarak. Yang ada adalah gotong royong dan kepedulian.
Hadir dalam acara para tetua adat Dayak di antaranya Ketua Dewan Adat Dayak Jagoi Babang, Bapak Sujianto S.IP, Ketua Dewan Adat Dayak Sajingan Besar, Bapak Jamel,dan Kepala Binua Dayak Bidayuh, Bapak Limen Ak Lingai. Hadir pula sejumlah kepala desa setempat, antara lain Kades Sekida, Bapak Heri, Kades Kumba, Bapak Isro, Kades Sinar Baru Bapak Darmadi, Danramil Jagoi Babang Mayor Inf Samsul Arifin dan Kapolsek Jagoi Babang Akp Amren.
Adapun dari PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) selain RH Kalbar-1, Mayjen TNI Purn. Supriono, SIP, MM, hadir pula General Manager Divisi TJSL & ESG, Gatut Mukti Wirawan dan timnya dari Jakarta, juga jajaran pimpinan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) wilayah Bengkayang.
“Pada usia pertama ini, kami ingin menegaskan bahwa kehadiran Agrinas Palma Nusantara harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rasa syukur kami wujudkan melalui aksi sosial yang diharapkan dapat meringankan beban dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bakti sosial di Kalimantan Barat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di sejumlah daerah lain, seperti Sumatera Utara dan Riau, dalam rangka HUT ke-1 APN,” ujar Gatut Mukti Wirawan, GM TJSL dan ESG PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).
“Kehadiran dan kepedulian kami terhadap karyawan serta masyarakat di daerah penyangga menjadi bukti komitmen untuk terus berbagi. Kalimantan Barat juga menjadi wilayah penting dalam penerjemahan visi pengelolaan perkebunan yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Melalui inisiatif ini, kami ingin turut berkontribusi dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Gatut.
Visi Ke Depan: Energi, Aset, dan Rakyat
Adapun RH Kalbar-1 Mayjen TNI Purn. Supriono S.IP, MM, menutup sambutannya dengan pesan visioner. Ia mengingatkan seluruh jajaran bahwa Agrinas Palma Nusantara memikul misi besar: mengamankan aset negara, meningkatkan nilai ekonomi kebun, memperbaiki kondisi sosial-lingkungan, dan mengangkat kesejahteraan masyarakat.
Narasi besar ketahanan energi nasional, menurutnya, tidak boleh membuat perusahaan jauh dari rakyat. Justru sebaliknya, harus semakin dekat.
Ia juga menyampaikan apresiasi Direksi kepada seluruh karyawan, aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah membangun kerja sama di lapangan.
Pesannya sederhana namun kuat: jangan melihat perusahaan sebagai pihak yang terpisah, melainkan sebagai mitra bersama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dari kegiatan sunatan massal itu, pesan tersebut terasa nyata. Bahwa korporasi milik negara dapat tumbuh dengan wajah yang ramah, tangan yang terbuka, dan langkah yang berpihak pada rakyat. *
Laporan langsung Laban Eben Ezer, Manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan dari Bengkayang, Kalimantan Barat.
Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Renaldi Zein, MSi, General Manager










