
JAKARTA, 4 November 2026 - Akses ke pasar perusahaan besar dapat membuka ruang tumbuh bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk memperluas akses tersebut sekaligus memperkuat tata kelola pengadaan, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menghubungkan sistem pengadaan internalnya, Integrated Procurement System (IPS), dengan PaDi UMKM. IPS digunakan perseroan untuk mengelola dan mencatat pengadaan barang dan jasa, mulai dari pemesanan hingga pembayaran.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Agrinas Palma dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada Business Matching Road to PaDi Business Forum & Showcase 2026, yang diselenggarakan di Ballroom The Gade Tower, Jakarta, Selasa (3/11).
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Kementerian UMKM Republik Indonesia Loto Srinaita Ginting dan Deputi Bidang SDM Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Wahyu Setiawan.
Kepala Divisi Pengadaan Agrinas Palma Ferdinandus Baskoro H.S.W. dan Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia Komang Budi Aryasa menandatangani PKS, yang disaksikan oleh Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Agrinas Palma Erry Herman. Turut menyaksikan Managing Director, Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, serta CEO PaDi UMKM Jimmy Karisma Ramadhan.
Dalam perbincangannya dengan Erry, Loto menyoroti peluang bagi pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan pengadaan perusahaan. “Kebutuhan belanja barang dan jasa Agrinas Palma ke depan cukup besar. Ini membuka peluang bagi UMKM hingga penyedia usaha lokal berskala lebih besar untuk menjadi pemasok perusahaan,” ujar Loto.
Wahyu melihat peluang itu dari kedua sisi. “Kami berharap kegiatan ini membuka akses yang lebih luas bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok BUMN. Melalui kemitraan yang saling menguntungkan, UMKM memiliki ruang untuk berkembang, sementara BUMN memperoleh pemasok yang andal. BP BUMN mendukung dan mengapresiasi upaya memperkuat kolaborasi ini,” ujarnya.
Bagi Agrinas Palma, perluasan kemitraan berjalan seiring dengan perbaikan tata kelola pengadaan. “Melalui integrasi IPS dengan PaDi UMKM, kami ingin memastikan kebutuhan operasional perusahaan dipenuhi secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi UMKM untuk tumbuh bersama Agrinas Palma,” ujar Erry.

Kedua sistem diintegrasikan melalui Open Application Programming Interface (Open API). Dengan mekanisme ini, perusahaan dapat mencatat transaksi PaDi UMKM di IPS tanpa memasukkan ulang data. Pemesanan, serah terima barang atau jasa, hingga pembayaran diarahkan terhubung dalam satu alur agar setiap transaksi lebih mudah ditelusuri.
PaDi UMKM atau Pasar Digital UMKM merupakan platform pengadaan yang mempertemukan UMKM dengan pembeli dari BUMN dan perusahaan swasta. Kementerian BUMN menginisiasi platform ini dan Telkom Indonesia mengembangkannya. Hingga September 2026, transaksi Agrinas Palma melalui PaDi UMKM mencapai Rp5,59 miliar dari 353 pesanan pembelian atau purchase order (PO).

Di wilayah operasionalnya dari Sumatera hingga Papua, Agrinas Palma membuka peluang bagi UMKM daerah hingga penyedia barang dan jasa lokal berskala lebih besar. Perusahaan mengutamakan produk dalam negeri dengan mempertimbangkan mutu, kewajaran harga, ketepatan waktu, dan integritas pemasok. Proses pengadaan dijalankan secara terbuka dan kompetitif sebagai bagian dari penerapan Good Corporate Governance (GCG).
Tentang PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui pengelolaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan industri hilir dan produk turunannya, serta pembangunan ekosistem bioenergi untuk mendukung implementasi program B50 dan E20.
Dalam menjalankan mandat tersebut, Agrinas Palma berkomitmen mengoptimalkan potensi sumber daya nasional melalui pengelolaan perkebunan yang produktif, efektif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi negara dan masyarakat.
Seluruh kegiatan usaha dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), integritas, profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas sebagai landasan dalam membangun perusahaan yang sehat, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasiona