
PONTIANAK, 20 OKTOBER 2026 - Mengemban tugas bersejarah dari negara di sektor pangan dan energi untuk mewujudkan swasembada nasional, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mengambil langkah strategis dan tegas untuk merombak transformasi operasional secara menyeluruh. Mulai tahun 2027, seluruh kegiatan panen dan pemeliharaan kebun secara bertahap ditargetkan untuk dikelola seratus persen mandiri oleh perusahaan. Langkah progresif dan visioner ini menandai komitmen kuat korporasi untuk segera meninggalkan praktik Kerja Sama Operasi (KSO), sekaligus memperkuat koordinasi dan tata kelola. Agenda krusial ini dibahas tuntas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Operasional Regional VI Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (19/10/2026).
Pertemuan strategis yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, Komisaris Utama R. Wisnoe Prasetija Boedi, beserta jajaran Direksi ini menekankan urgensi penguasaan kembali aset produktif.

"Seluruh insan Agrinas Palma menjalankan tugas negara dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional. Kita dituntut untuk bekerja cepat, profesional, dan akuntabel dalam mengelola sumber daya yang sangat besar. Budaya kerja berbasis merit system diterapkan secara tegas karena keberhasilan operasional adalah pertaruhan marwah negara," tegas Ghani.
Komitmen ini dibuktikan dengan penyelesaian area KSO yang menyusut drastis dari 365.454 hektare pada Maret lalu menjadi 98.281 hektare. Ke depan, perusahaan akan memperluas kemitraan dengan masyarakat, koperasi, dan optimalisasi sistem vendor.
Komitmen ini menunjukkan arah transformasi progresif Agrinas Palma yang tidak sekadar menyentuh perbaikan tata kelola internal, melainkan juga meresap erat pada misi menyejahterakan masyarakat luas. Perusahaan aktif bermitra dengan warga untuk mengelola kebun rakyat, dan mewadahi petani ke dalam entitas koperasi berbadan hukum agar hak-hak mereka terlindungi. Jaminan kesejahteraan pekerja lapangan turut diutamakan sebagai hal mutlak. Tenaga kerja baru dipastikan mendapat upah layak di atas batas minimum, ditambah insentif khusus selama masa pembelajaran. Percepatan revitalisasi infrastruktur juga menjadi perhatian serius, seperti perumahan layak huni dengan fasilitas air dan listrik, hingga memfasilitasi akses pendidikan bagi anak-anak pekerja, dalam jangka menengah.
Penegakan tata kelola dan integritas operasional ini sejalan dengan arahan Komisaris Utama, R. Wisnoe P. Boedi yang mengingatkan pentingnya nilai-nilai patriotisme. BUMN ini pada hakikatnya terlahir sebagai instrumen penguasaan kembali aset strategis negara demi mewujudkan hilirisasi dan kemandirian bangsa.
"Harus jujur dalam bekerja. Jika target tidak tercapai, harus evaluasi dan memperbaiki diri. BUMN ini bernuansa perjuangan, untuk mendukung swasembada pangan dan ketahanan energi," pesan Wisnoe.
Mendukung kelancaran langkah tersebut, perusahaan kini menetapkan 210 Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mendesentralisasikan pengelolaan infrastruktur ke tingkat regional melalui sistem pemantauan dasbor digital transparan.
Menyikapi deretan amanat transformasi yang penuh dinamika dan tantangan tersebut, segenap jajaran operasional di wilayah Kalimantan Barat menegaskan komitmen serta kesiapannya untuk melangkah maju tanpa ragu.
Melalui kemandirian penuh dalam sistem pengelolaan perkebunan, kemitraan yang tulus dan berkelanjutan bersama rakyat, serta koordinasi antarwilayah yang semakin solid, Agrinas Palma optimis akan terus membuktikan dedikasi nyatanya bagi kejayaan negeri. Terlebih, entitas strategis ini juga menargetkan produksi ratusan ribu ton biodiesel demi menyukseskan implementasi program B50 dan E20 di masa depan. Seluruh sinergi kokoh ini dipastikan memampukan perusahaan mencetak nilai tambah strategis, sekaligus menghadirkan kesejahteraan ekonomi yang berkesinambungan bagi masyarakat di seluruh penjuru Nusantara.