

Pemerintah Indonesia pada 2025 membentuk tiga badan usaha milik negara baru yang diberi nama Agrinas. Inisiatif ini digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero), dan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Masing-masing memiliki fokus sektor yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membangun sistem pangan dan energi yang terintegrasi dari darat hingga laut.
Melalui tiga Agrinas ini, pemerintah berupaya mengoptimalkan aset negara, memperkuat produksi pangan nasional, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Pilar Sawit untuk Energi dan Ekonomi
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) merupakan BUMN yang berfokus pada pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya. Perusahaan ini berdiri pada 16 Januari 2025 melalui transformasi dari PT Indra Karya (Persero).
Pembentukannya didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1970 mengenai pengalihan bentuk Perusahaan Negara Indra Karya menjadi perusahaan perseroan.
Agrinas Palma Nusantara mengelola sekitar 1,7 juta hektare lahan sawit yang merupakan bagian dari optimalisasi aset negara.
Fokus utama perusahaan adalah meningkatkan produktivitas dan tata kelola perkebunan sawit nasional secara profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan bisnisnya mencakup produksi crude palm oil (CPO), tandan buah segar (TBS), kernel, serta berbagai produk turunan sawit.
Selain sektor perkebunan, perusahaan juga menjalankan jasa konsultan konstruksi yang menjadi bagian dari warisan kompetensi dari perusahaan sebelumnya.
Melalui pengelolaan yang transparan dan profesional, Agrinas Palma Nusantara diharapkan berkontribusi pada ketahanan energi nasional, terutama melalui pengembangan produk turunan sawit seperti bahan bakar nabati.
Perusahaan ini juga menjadi salah satu instrumen negara dalam memastikan pengelolaan aset perkebunan strategis berjalan optimal dan berkelanjutan.
Menguatkan Sistem Pangan Nasional
PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero)
Di tengah tantangan global terkait ketersediaan pangan, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) hadir sebagai bagian dari strategi negara untuk memperkuat sistem pangan nasional.
Perusahaan ini berfokus pada pengelolaan sektor pertanian dan pengembangan ekosistem pangan yang modern serta terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Salah satu mandat strategisnya adalah mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Melalui program ini, Agrinas Pangan Nusantara berperan memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pangan masyarakat.
Bidang usaha perusahaan mencakup sektor agrikultur serta jasa konsultasi enjiniring.
Fokus utama Agrinas Pangan Nusantara adalah pengembangan dan optimalisasi lahan pertanian modern yang berkelanjutan.
Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian nasional serta memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga membangun sistem distribusi pangan yang terintegrasi untuk memastikan stabilitas pasokan di berbagai wilayah.
Dengan pendekatan tersebut, Agrinas Pangan Nusantara berupaya menciptakan ekosistem pangan nasional yang tangguh sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Semangat yang diusung perusahaan ini terangkum dalam prinsip: Petani Sejahtera, Negara Berdaulat.
Membangun Ekosistem Perikanan Nasional
PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero)
Indonesia memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar, diperkirakan lebih dari 12 juta ton per tahun.
Namun potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.
Untuk memperkuat sektor ini, pemerintah membentuk PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).
Perusahaan ini lahir pada 16 Januari 2025 melalui transformasi PT Virama Karya (Persero).
Mandat utamanya adalah membangun ekosistem perikanan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Agrinas Jaladri bergerak dalam berbagai kegiatan usaha, mulai dari perikanan tangkap hingga budidaya.
Perusahaan juga mengembangkan pengolahan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai tambah produk laut Indonesia.
Selain itu, Agrinas Jaladri tetap menjalankan jasa konsultan konstruksi guna mendukung pembangunan berbagai infrastruktur strategis.
Fokus pengembangan perusahaan adalah membangun sistem perikanan modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Dengan pengelolaan profesional dan transparan, Agrinas Jaladri diharapkan menjadi motor penguatan swasembada pangan nasional berbasis sektor perikanan.
Perusahaan ini membawa semangat: Dari laut dan tambak, untuk ketahanan pangan Nusantara.
Strategi Terintegrasi Ketahanan Pangan dan Energi
Ketiga perusahaan Agrinas tersebut dirancang saling melengkapi dalam memperkuat ketahanan nasional.
Agrinas Palma Nusantara berperan pada sektor perkebunan sawit dan energi berbasis biomassa.
Agrinas Pangan Nusantara memperkuat sektor pertanian dan distribusi pangan nasional.
Sementara Agrinas Jaladri Nusantara menjadi motor pengembangan sektor perikanan.
Melalui pendekatan ini, pemerintah membangun fondasi ekonomi pangan dan energi yang lebih kuat serta terintegrasi.
Inisiatif ini juga diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat desa.
Dengan pengelolaan profesional dan dukungan teknologi modern, tiga Agrinas menjadi bagian penting dari upaya Indonesia menuju kedaulatan pangan dan energi di masa depan.
