Menara, Doa, dan Awal yang Tenang

Jakarta, 10 April 2026 – Di tengah hiruk pikuk aktivitas kantor yang biasanya ritmis dan cepat, suasana berbeda terasa di lantai P9 Menara Agrinas Palma Nusantara, Jumat (10/4/2026) siang. Langkah-langkah kaki melambat. Suara percakapan mereda. Sejumlah karyawan, pekerja gedung, hingga tamu dari sekitar kawasan mulai berdatangan, memenuhi ruang ibadah di Masjid Al Hidayah.
Bukan sekadar Jumat, ini adalah pelaksanaan salat Jumat bagi keluarga besar PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), sebuah penanda, tenang nan teduh namun bermakna.
Saf-saf mulai terbentuk. Bahu saling merapat. Tidak ada sekat jabatan. Tidak ada hierarki. Yang hadir bukan hanya karyawan, tetapi juga para pekerja di sekitar gedung, menyatu dalam satu tujuan: menunaikan ibadah.
Di antara jamaah, tampak jajaran direksi turut hadir. Ada Dirut Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani, Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan Nofil Anoverta, Direktur Hubungan Kelembagaan Cucu Somantri, Direktur Operasional Tuhu Bangun, serta Direktur SDM dan Umum Memed Kosasih Setia Putra. Kehadiran mereka menegaskan bahwa ruang ibadah ini bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian dari denyut kehidupan perusahaan.

Ketika khotbah dimulai, ruangan menjadi hening. Sejenak, seluruh aktivitas dunia kerja berhenti. Yang tersisa hanya refleksi, doa, dan harapan yang diam-diam dipanjatkan.
Salat berlangsung khusyuk. Gerakan demi gerakan terasa selaras, seperti ritme yang mengikat semua yang hadir dalam satu kesadaran kolektif. Di tengah gedung tinggi yang menjulang, ada ruang kecil yang menghadirkan ketenangan.
Namun, Jumat itu tidak hanya berbicara tentang hari ini.
Dalam kesempatan tersebut, Nofil Anoverta yang juga Ketua Takmir menyampaikan sebuah rencana. Masjid Al Hidayah, katanya, akan dikembangkan lebih lanjut. Sebuah ruang ibadah yang lebih representatif tengah dirancang, yang kelak akan berada di lantai P11 dan dibangun secara bertahap.

Rencana itu bukan semata tentang bangunan fisik. Ia membawa gagasan yang lebih dalam: menghadirkan ruang spiritual yang tumbuh seiring dengan perjalanan perusahaan.
Di balik itu, ada harapan yang disematkan. Bahwa masjid ini kelak tidak hanya menjadi tempat menunaikan kewajiban, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran tentang akhlak, kejujuran, dan amanah.
Nilai-nilai yang tak tertulis dalam laporan keuangan, tetapi justru menjadi fondasi keberlanjutan.
Di akhir ibadah, jamaah perlahan beranjak. Sebagian kembali ke meja kerja. Sebagian lainnya masih berbincang ringan. Namun, ada sesuatu yang tertinggal di ruang itu sebuah rasa tenang yang tidak mudah dijelaskan.
Barangkali, inilah awal yang sederhana.
Sebuah langkah kecil, di tengah bangunan besar, untuk menautkan kerja dan makna. Untuk mengingatkan bahwa di balik setiap target dan capaian, ada ruang sunyi yang perlu dijaga.
Dan dari sanalah, semuanya bermula.
Secarik catatan liputan salat Jum’at di P9 Menara Agrinas Palma pada 10 April 2026 ini ditulis sebagai hasil kerja bersama Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan APN, dengan semangat toleransi dan hati yang jernih. Catatan ini merupakan kolaborasi antara Natalia Santi, Dede Kurniawan, Laban Eben Ezer, Devano Christian, dan Rio Prabowo.










