Agrinas Palma Nusantara Perkuat Kemitraan Koperasi untuk Dorong Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani

Dipublikasikan
11 Agustus 2026
Penulis
Corporate Secretary
Dibaca
22 kali
Agrinas Palma Nusantara Perkuat Kemitraan Koperasi untuk Dorong Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani
Bagikan

Musi Banyuasin, 11 Agustus 2026 - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan komitmennya untuk memperkuat keterlibatan koperasi dan petani dalam pengelolaan perkebunan serta pengembangan hilirisasi kelapa sawit. Komitmen tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi Republik Indonesia di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (11/8).

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani, Direktur Kemitraan & Plasma Seger Budiarjo, Direktur Operasional Tuhu Bangun, Chief Region Office V Mayjen (Purn.) Rudy Prasemilsa Mahks, Regional Head Operasional Wiyoso, Regional Head Hubungan Kelembagaan Mayjen (Purn.) Hipdizah, serta jajaran manajemen Agrinas Palma Nusantara. Turut hadir jajaran Kementerian Koperasi, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), serta perwakilan koperasi dan petani sawit dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, koperasi, dan petani dalam membangun ekosistem sawit yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat. Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, mengatakan bahwa sebagai BUMN, Agrinas Palma Nusantara membuka ruang kemitraan yang lebih luas dengan koperasi, baik dalam kegiatan operasional perkebunan maupun pengembangan plasma sawit.

“Ke depan dalam pengelolaan perusahaan, kami akan bermitra dengan koperasi, baik sebagai mitra dalam kegiatan operasional maupun dalam pengembangan plasma sawit. Kami ingin koperasi dan petani di sekitar wilayah pengelolaan Agrinas Palma Nusantara mendapatkan kesempatan untuk terlibat dan tumbuh bersama,” ujar Ghani.

Sebagai langkah konkret, Agrinas Palma Nusantara tengah menyiapkan pilot project pengembangan plasma sawit berbasis koperasi di Sumatera Utara. Model tersebut dirancang dengan pendampingan pengelolaan agar produktivitas kebun masyarakat dapat meningkat dan memiliki standar pengelolaan yang baik. Apabila berhasil, model tersebut diharapkan dapat direplikasi di wilayah pengelolaan Agrinas Palma Nusantara lainnya di Indonesia.

Agrinas Palma Nusantara juga mendorong koperasi masyarakat setempat untuk mengambil peran lebih besar dalam kegiatan operasional perkebunan. Koperasi dapat dilibatkan dalam pemeliharaan kebun, panen, hingga pengangkutan hasil perkebunan sesuai dengan mekanisme kemitraan dan ketentuan yang berlaku. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan agar pengelolaan aset negara memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Agrinas Palma Nusantara diharapkan menjadi momentum untuk mendorong transformasi pengelolaan dan hilirisasi sawit dengan melibatkan koperasi secara lebih aktif. Menurutnya, koperasi dapat menjadi badan usaha yang memberikan manfaat langsung bagi petani sawit, baik petani yang memiliki kebun sendiri maupun masyarakat yang berada di sekitar wilayah pengelolaan Agrinas Palma Nusantara.

Kementerian Koperasi bersama Agrinas Palma Nusantara juga mendorong agar koperasi yang terlibat dalam kemitraan berasal dari masyarakat setempat, memiliki pemahaman terhadap usaha perkebunan sawit, serta berada di sekitar wilayah yang akan dikerjasamakan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus menciptakan model kemitraan yang berkelanjutan.

Seminar nasional ini menjadi bagian dari rangkaian agenda hilirisasi sawit berbasis koperasi di Musi Banyuasin. Pada 12 Agustus 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik KUD Sejahtera, yang diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana koperasi petani mampu naik kelas dari kegiatan budidaya menuju pengolahan hasil perkebunan. Model tersebut diharapkan dapat dipelajari dan direplikasi oleh koperasi sawit di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui sinergi bersama Kementerian Koperasi, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, koperasi, dan masyarakat, Agrinas Palma Nusantara berkomitmen membangun pengelolaan perkebunan sawit yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat peran koperasi, serta memperluas manfaat ekonomi bagi petani dan masyarakat di sekitar wilayah perkebunan.

APN Logo

PT Agrinas Palma Nusantara

Energi Hijau, Masa Depan Berkelanjutan