
Kalimantan Tengah - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) terus memperkuat pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang inklusif dengan mendorong keterlibatan koperasi, lembaga masyarakat, serta pelaku usaha lokal. Komitmen tersebut diperkuat melalui kunjungan kerja Direktur Kemitraan & Plasma PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Seger Budiarjo, bersama jajaran terkait ke Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kotawaringin Barat pada 3 - 7 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyelaraskan pengelolaan kemitraan dan plasma sekaligus menindaklanjuti pengelolaan kebun di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam rangkaian kegiatan, Agrinas Palma berdiskusi dengan pemerintah daerah, DPRD, koperasi/lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyerap aspirasi daerah dan menyelaraskan pengelolaan lahan hasil penguasaan kembali Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Direktur Kemitraan & Plasma PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Seger Budiarjo, menyampaikan bahwa perusahaan mendorong pola kemitraan yang mampu memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat sekaligus memastikan pengelolaan perkebunan berjalan secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.
“Agrinas Palma ingin membangun pola kemitraan yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan kebun, tetapi juga membuka ruang bagi koperasi dan masyarakat lokal untuk terlibat dalam rantai kegiatan perkebunan. Prinsipnya, pengelolaan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekaligus tetap dilaksanakan dengan tata kelola yang baik,” ujar Seger.
Dalam pelaksanaannya, Agrinas Palma mengarahkan pengelolaan kebun melalui sistem terintegrasi atau single management dengan pendekatan end-to-end, sehingga standar pengelolaan antara kebun inti dan plasma dapat diselaraskan. Koperasi/lembaga, BUMD, BUMDes, tenaga kerja setempat, dan pelaku usaha lokal juga diarahkan untuk dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan operasional, seperti pemanenan, pemupukan, pemeliharaan, pengangkutan tandan buah segar (TBS), maupun layanan pendukung lainnya sesuai persyaratan yang berlaku.
Sebagai bagian dari penguatan pola tersebut, perusahaan juga melakukan pemetaan terhadap kesiapan koperasi dan objek potensial kemitraan. Di Kabupaten Kotawaringin Barat, terdapat tujuh koperasi potensial yang akan didalami untuk peluang kerja sama lebih lanjut. Sementara di Kabupaten Kotawaringin Timur, pembahasan melibatkan sejumlah koperasi dan lembaga masyarakat serta diarahkan pada pemetaan luasan, legalitas kelembagaan, dan data penerima manfaat sebagai dasar penyiapan skema kemitraan dan plasma.
Agrinas Palma juga menegaskan bahwa skema pembagian hasil dalam kemitraan tidak akan ditentukan secara sepihak. Kajian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) atau pihak independen akan menjadi dasar untuk menentukan skema yang objektif, profesional, dan proporsional dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing objek.
Selain aspek kemitraan, perusahaan melakukan penyelarasan terhadap mekanisme pengelolaan operasional. Pengelolaan lahan secara bertahap diarahkan untuk dilaksanakan secara mandiri oleh Agrinas Palma, sementara koperasi dan lembaga di sekitar areal pengelolaan tetap memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sebagai mitra vendor dalam pekerjaan panen, pemeliharaan, langsir TBS, hingga pengangkutan TBS sesuai kebutuhan dan ketentuan perusahaan.
Dalam pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, perhatian terhadap hak masyarakat juga menjadi salah satu pembahasan utama. Agrinas Palma menegaskan bahwa perusahaan menjalankan mandat pengelolaan, sementara penetapan kepemilikan maupun pelepasan lahan merupakan kewenangan pemerintah. Karena itu, verifikasi status lahan, penguasaan fisik, serta hak masyarakat akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan Satgas PKH.
Ke depan, Agrinas Palma akan melanjutkan inventarisasi dan verifikasi koperasi/lembaga, legalitas kelembagaan, luasan plasma dan kemitraan, serta data anggota dan penerima manfaat. Perusahaan juga akan melakukan pendalaman terhadap tujuh koperasi potensial di Kotawaringin Barat dan calon mitra di Kotawaringin Timur, serta menyiapkan kajian independen dan dokumen kerja sama sebagai dasar implementasi kemitraan.
Melalui langkah tersebut, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) berkomitmen membangun ekosistem perkebunan kelapa sawit yang produktif dan berkelanjutan dengan menempatkan koperasi serta masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan dan penciptaan manfaat ekonomi di daerah.
