PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia Bahas Potensi Kerja Sama Pengembangan Biofuel Nasional

Dipublikasikan
28 Juli 2026
Penulis
Corporate Secretary
Dibaca
3 kali
 PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia Bahas Potensi Kerja Sama Pengembangan Biofuel Nasional
Bagikan

Jakarta - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menggelar pembahasan tindak lanjut potensi kerja sama dengan PT Pertamina Power Indonesia dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan industri biofuel nasional yang mendukung program ketahanan pangan dan ketahanan energi. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 26, Menara Agrinas Palma Nusantara.

Dalam pertemuan tersebut, Agrinas Palma Nusantara memaparkan rencana pengembangan ekosistem biofuel yang mencakup pembangunan kawasan budidaya singkong yang terintegrasi dengan pabrik bioetanol, serta rencana reaktivasi fasilitas biodiesel PT Bayas Biofuels. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan mandat pemerintah dalam mendukung hilirisasi sektor pertanian dan percepatan transisi energi nasional. Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026, Agrinas Palma Nusantara mendapat penugasan untuk mendukung percepatan swasembada pangan dan energi melalui pengembangan sektor pertanian dan hilirisasinya.

PT Pertamina Power Indonesia menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti peluang sinergi tersebut, baik dalam pengembangan bioetanol maupun biodiesel. Kedua perusahaan sepakat untuk mulai menyusun konsep kerja sama yang mencakup pembagian peran, penyusunan studi kelayakan (feasibility study), serta pengembangan model bisnis sebagai dasar implementasi proyek ke depan.

Dalam pembahasan pengembangan bioetanol, Agrinas Palma Nusantara menawarkan potensi pengembangan kawasan budidaya singkong di Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kawasan ini memiliki potensi pengembangan lahan sekitar 33.000 hektare yang dapat mendukung pembangunan pabrik bioetanol dengan kapasitas hingga 300 KLPD. Dari sisi logistik, lokasi tersebut dinilai sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 6,5 kilometer dari jetty dan didukung akses sungai yang memadai untuk operasional tongkang berkapasitas hingga 5.000 ton, sehingga mampu meningkatkan efisiensi distribusi bahan baku maupun produk bioetanol.

Selain memiliki dukungan infrastruktur logistik, kawasan tersebut juga memiliki karakteristik lahan yang mendukung pengembangan perkebunan singkong secara modern. Kontur lahan yang didominasi dataran serta vegetasi yang relatif seragam memungkinkan penerapan budidaya secara mekanisasi, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, serta menciptakan rantai pasok bioetanol yang lebih efisien dan berdaya saing.

Melalui sinergi ini, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia berharap dapat mempercepat pengembangan ekosistem biofuel nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi program prioritas Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi sumber daya alam, serta mewujudkan kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan bioenergi berbasis sumber daya domestik.

APN Logo

PT Agrinas Palma Nusantara

Energi Hijau, Masa Depan Berkelanjutan